Kolaborasi Riset BRIN dan Universitas Brawijaya di Regasen Umbulsari Perkuat Penanganan HLB/CVPD

Jember, 1 Mei 2026 — Kawasan EDU Wisata Regasen milik P4S Soko Jati Cinta Nusantara di Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, menerima kunjungan tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama pakar mikrobiologi dari Universitas Brawijaya dalam rangka penguatan riset penyakit jeruk HLB/CVPD yang saat ini menjadi salah satu tantangan utama sektor hortikultura nasional.

Kegiatan penelitian tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut program ACIAR HLB Symposium yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, sebuah forum ilmiah yang mempertemukan peneliti dan petani jeruk potensial dari berbagai wilayah di Indonesia untuk membahas penanganan penyakit Huanglongbing (HLB) atau Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD).

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.30 WIB hingga 11.00 WIB dengan pengambilan berbagai sampel penelitian di kawasan pertanian jeruk Regasen. Sampel yang diambil meliputi batang bawah bibit jeruk, tanah persawahan yang ditanami jeruk, akar tanaman, hingga daun dan dahan pohon jeruk. Pengambilan sampel tersebut dilakukan guna mendukung penelitian lanjutan terkait kondisi mikrobiologi tanah serta penyebaran penyakit HLB/CVPD pada tanaman jeruk di wilayah Umbulsari.

Tim peneliti dipimpin oleh Prof. Anang dari BRIN bersama Prof. Suharso dari Universitas Brawijaya. Setelah kegiatan lapangan selesai, agenda dilanjutkan dengan audiensi bersama Dewan Pengurus Pusat Serikat Tani Laskar Sholawat Kabupaten Jember seusai Salat Jumat hingga pukul 15.00 WIB.

Audiensi tersebut menjadi forum strategis antara akademisi, peneliti, dan petani dalam membahas persoalan riil yang dihadapi petani jeruk, khususnya terkait penurunan produktivitas akibat serangan HLB/CVPD. Selain itu, forum ini juga menjadi langkah awal membangun penelitian jangka panjang berbasis pengabdian masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara, Rhezky Mahardianto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keterlibatan BRIN dan Universitas Brawijaya dalam mendukung pengembangan pertanian jeruk di Umbulsari.

“Kerja sama ini menjadi harapan baru bagi petani jeruk di Kabupaten Jember. Kami menyampaikan terima kasih atas kesediaan BRIN dan Universitas Brawijaya untuk turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi pertanian kami secara nyata. Harapannya, kolaborasi ini dapat terus berlanjut dalam bentuk pendampingan maupun penelitian berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Tani Laskar Sholawat Kabupaten Jember, Mursid, berharap pendampingan dari BRIN dan Universitas Brawijaya tidak hanya fokus pada sektor hortikultura, tetapi juga mampu menjangkau sektor pertanian lainnya yang menjadi kebutuhan petani di Kabupaten Jember.

Dalam kesempatan tersebut, pihak BRIN menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun oleh P4S bersama pemerintah daerah sehingga kegiatan penelitian dapat terlaksana dengan baik. BRIN juga menyatakan komitmennya untuk melakukan pendampingan keberlanjutan bagi petani jeruk di Kecamatan Umbulsari melalui program riset terapan dan penguatan kapasitas petani.

Di sisi lain, Universitas Brawijaya membuka peluang kerja sama lebih luas dengan P4S Soko Jati Cinta Nusantara dalam bentuk hibah penelitian maupun riset berkelanjutan di bidang mikrobiologi pertanian. Peluang tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis riset dan inovasi di Kabupaten Jember.

Kegiatan ditutup dengan agenda petik buah jeruk unggulan milik EDU Wisata Regasen sebagai simbol optimisme pengembangan pertanian jeruk berkelanjutan yang terintegrasi dengan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.

Leave a Comment

Lokasi P4S
Translate »