






A. Latar Belakang
Dalam rangka memperkuat kelembagaan P4S Soko Jati Cinta Nusantara serta membangun jejaring kerja sama menuju pengembangan kawasan pertanian modern di Kabupaten Jember, telah dilakukan serangkaian kegiatan koordinasi, komunikasi kelembagaan, survei lapangan, dan penyusunan materi program.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, pelaku perbenihan, lembaga penelitian, serta mitra teknologi dan investasi dalam membangun ekosistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
B. Rangkaian Kegiatan
- Pertemuan dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jember
Melakukan koordinasi dan penyampaian gagasan mengenai pengembangan program pertanian, pemberdayaan petani, serta peluang pengembangan kawasan pertanian modern di Kabupaten Jember.
- Pengembangan Website Soko Jati Cinta Nusantara
Telah dilakukan pembuatan dan pengembangan website sjcn.or.id sebagai media informasi, dokumentasi, profil kelembagaan, serta sarana membangun kredibilitas dan jejaring kerja sama P4S Soko Jati Cinta Nusantara.
- Pertemuan dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Jember
Melakukan komunikasi mengenai arah pengembangan program dan peluang sinergi antara P4S, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait dalam mendukung pembangunan sektor pertanian Kabupaten Jember dan ketersiapan dalam mengundang PT. Poly di Kabupaten Jember.
- Pertemuan dengan Bapak Moerdoso dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Gumukmas
Melakukan koordinasi lapangan terkait kondisi pertanian, potensi wilayah, serta peluang pelaksanaan kegiatan percontohan/demplot yang dapat dikembangkan bersama petani dan penyuluh.
- Survei Lahan Calon Demplot
Melakukan peninjauan dan survei terhadap lahan yang direncanakan sebagai lokasi demplot pertanian, dengan mempertimbangkan kondisi lahan, akses, potensi komoditas, serta kemungkinan penerapan teknologi pertanian.
- Komunikasi Awal dengan Balai Karantina Pembibitan Surabaya
Membuka komunikasi awal untuk menjajaki kemungkinan koordinasi dan dukungan terkait pembibitan, perbenihan, karantina, serta mobilisasi bahan pertanian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Komunikasi dengan Bapak Gufron, Pemilik Gudang Produksi Benih Padi
Menjalin komunikasi dengan pelaku usaha perbenihan padi untuk mengetahui potensi ketersediaan benih, sistem produksi, serta peluang kerja sama dalam mendukung pengembangan demplot dan kawasan pertanian.
- Penyusunan Tayangan Presentasi Program
Menyusun materi presentasi berjudul:
“Dari Pusat Pertanian Kolonial Belanda Menuju Kawasan Pertanian Modern Indonesia–China”
Materi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun narasi transformasi pertanian Jember, dari sejarah kawasan produksi pertanian menuju pertanian modern berbasis teknologi, inovasi, kemitraan, dan kerja sama Indonesia–China.
- Persiapan Tim Lapang dan Materi Presentasi Program
P4S Soko Jati Cinta Nusantara telah menyiapkan tim lapang sebagai bagian dari kesiapan awal pelaksanaan program di lokasi demplot. Tim ini dipersiapkan untuk mendukung koordinasi teknis, pendampingan kegiatan, dokumentasi, monitoring, serta komunikasi dengan petani dan penyuluh di lapangan.
Selain itu, telah disiapkan tayangan presentasi berjudul “Dari Pusat Pertanian Kolonial Belanda Menuju Kawasan Pertanian Modern Indonesia–China” sebagai materi untuk menggambarkan arah transformasi pertanian Jember menuju kawasan pertanian modern berbasis teknologi, inovasi, kemitraan, dan kerja sama Indonesia–China.
C. Hasil dan Arah Tindak Lanjut
Rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan beberapa fondasi awal, yaitu:
- Terbangunnya komunikasi dengan pemerintah daerah dan perangkat pertanian Kabupaten Jember.
- Mulai terbentuknya jejaring dengan penyuluh, pelaku perbenihan, dan lembaga terkait.
- Tersedianya website resmi SJCN sebagai identitas dan pusat informasi kelembagaan.
- Teridentifikasinya calon lokasi untuk pengembangan demplot pertanian.
- Terbukanya komunikasi awal dengan pihak karantina dan pembibitan.
- Tersusunnya narasi dan materi presentasi untuk pengembangan kawasan pertanian modern Indonesia–China.
D. Kesimpulan
Perjalanan ini bukan sekadar rangkaian kunjungan, tetapi merupakan tahap awal membangun ekosistem pertanian yang mempertemukan pemerintah, petani, penyuluh, pelaku perbenihan, lembaga penelitian, teknologi, dan calon mitra investasi.
Selanjutnya, fokus diarahkan pada pemantapan lokasi demplot, penyusunan konsep teknis dan bisnis, penguatan jejaring kelembagaan, serta pengembangan kerja sama pertanian modern Indonesia–China di Kabupaten Jember.
