Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara Bersilaturahmi ke Prodi Agronomi UNEJ, Bahas Tantangan Budidaya Jeruk Umbulsari

Jember, 11 Mei 2026 – Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara, *Rhezky Mahardianto, melakukan kunjungan silaturahmi dan diskusi ilmiah ke Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kaprodi Agronomi tersebut dihadiri oleh sejumlah akademisi dan pakar pertanian, di antaranya Dr. Sigit, Prof. Didik, dan Prof. Purwita.

Dalam forum yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi petani jeruk di Kecamatan Umbulsari menjadi fokus utama pembahasan. Ketua P4S menyampaikan kondisi terkini budidaya jeruk yang menunjukkan sejumlah tantangan, mulai dari perubahan kondisi tanah, meningkatnya serangan penyakit tanaman, hingga menurunnya daya simpan buah jeruk pascapanen.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah menurunnya tingkat kesegaran buah jeruk setelah dipetik. Jika pada masa sebelumnya buah jeruk mampu bertahan lebih dari dua minggu bahkan lebih dengan penggunaan pupuk subsidi yang relatif sederhana, saat ini kesegaran buah hanya mampu bertahan sekitar satu minggu setelah panen. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani karena berdampak langsung terhadap kualitas dan nilai jual produk.

Pembahasan kemudian berkembang pada berbagai inovasi budidaya yang telah diterapkan di lapangan. Rhezky Mahardianto menjelaskan penerapan konsep Pertanian Terintegrasi yang sedang dikembangkan oleh P4S Soko Jati Cinta Nusantara, termasuk teknik penanaman jeruk yang dikenal dengan istilah “Maju (Lima–Tujuh)”. Teknik ini menggunakan pola jarak tanam 5 meter dan 7 meter antar tanaman, yang dipadukan dengan pembangunan saluran atau got berukuran lebar 1 meter dan kedalaman 1,5 meter.

Menurutnya, sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan tata kelola air, memperbaiki aerasi tanah, serta mendukung keberlanjutan usaha tani jeruk dalam jangka panjang. Model ini juga menjadi bagian dari upaya adaptasi terhadap berbagai perubahan kondisi lingkungan dan tantangan budidaya yang dihadapi petani saat ini.

Melalui diskusi yang berlangsung cukup panjang, para akademisi Prodi Agronomi menilai bahwa berbagai permasalahan yang disampaikan memerlukan kajian ilmiah yang lebih mendalam. Oleh karena itu, muncul inisiatif untuk melakukan penelitian lapangan secara kolaboratif guna mengidentifikasi penyebab utama berbagai persoalan yang terjadi pada tanaman jeruk di Umbulsari serta merumuskan solusi berbasis sains yang dapat diterapkan langsung oleh petani.

Selain membantu menjawab keresahan petani, kegiatan penelitian tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan kunjungan Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara ke Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian UNEJ bersama Prof. Purwita. Dalam kunjungan tersebut, dilakukan diskusi mengenai potensi pemanfaatan teknologi kultur jaringan untuk mendukung pengembangan bibit hortikultura yang unggul, sehat, dan berkelanjutan.

Silaturahmi ini menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pelaku pertanian lapangan, sehingga berbagai tantangan yang dihadapi petani dapat ditangani melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Leave a Comment

Lokasi P4S
Translate »