Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara Silaturahmi dengan Kepala Dinas TPHP Kabupaten Jember, Bahas Penanganan HLB Jeruk dan Pengembangan Bio Slurry

Jember, 27 Mei 2026 – Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara, Rhezky Mahardianto, melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Drs. Moh. Djamil, M.Si.. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi di Cafe Blaval, Kabupaten Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Rhezky Mahardianto melaporkan hasil kegiatan yang telah diikutinya di Universitas Gadjah Mada bersama para peneliti dan pakar yang tergabung dalam program kerja sama antara Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kegiatan tersebut secara khusus membahas tantangan yang sedang dihadapi sektor perjerukan nasional, terutama ancaman penyakit Huanglongbing (HLB) atau yang lebih dikenal oleh petani sebagai Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD).

Menurut Rhezky, penyakit HLB/CVPD saat ini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi keberlanjutan usaha tani jeruk di Indonesia. Oleh karena itu, UGM bersama ACIAR Australia mengundang petani jeruk dari berbagai daerah di Indonesia untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mencari solusi jangka panjang terhadap permasalahan tersebut. Meskipun penyelesaiannya membutuhkan waktu dan penelitian yang berkelanjutan, kolaborasi antara petani, akademisi, dan peneliti dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan komoditas jeruk nasional.

Dalam audiensi tersebut, Ketua P4S juga menyampaikan bahwa dirinya mendapat amanah dari para peneliti dan pakar BRIN untuk menjadikan P4S Soko Jati Cinta Nusantara sebagai wadah yang mampu menjembatani sinergi antara dunia akademik dan dunia pertanian di Kabupaten Jember. Melalui peran tersebut, P4S diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara petani, perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan pelaku usaha pertanian dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

Salah satu program unggulan yang turut dipaparkan dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan Bio Slurry, yaitu pupuk organik yang berasal dari kotoran sapi yang telah melalui proses pengolahan dan fermentasi secara terstandar. Program ini direncanakan akan dikembangkan melalui pendampingan dan pengawalan ilmiah dari akademisi Universitas Jember dan para peneliti BRIN.

Menurut Rhezky, penggunaan Bio Slurry diharapkan mampu meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman jeruk, sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Selain memberikan dampak positif terhadap lingkungan, program tersebut juga ditargetkan dapat menurunkan biaya produksi pertanian dan meningkatkan keuntungan yang diterima oleh petani jeruk di Kabupaten Jember.

Pada akhir pertemuan, Rhezky juga memperkenalkan keterlibatannya sebagai pengurus Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara, sebuah organisasi yang dibentuk atas inisiasi Bapak Dr. Muhammad Fawait, M.Sc. selaku Bupati Jember sebagai wadah penguatan dan pemberdayaan petani di Kabupaten Jember.

Menanggapi berbagai program dan gagasan yang disampaikan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara. Beliau menilai bahwa kolaborasi yang dibangun dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan organisasi petani merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemajuan sektor pertanian di Jember.

Drs. Moh. Djamil, M.Si. juga menyampaikan bahwa Dinas TPHP Kabupaten Jember siap memberikan dukungan dan kontribusi sesuai kewenangannya agar berbagai program unggulan yang dirancang dapat segera direalisasikan. Harapannya, seluruh program tersebut nantinya mampu memberikan manfaat nyata bagi petani, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat posisi Kabupaten Jember sebagai salah satu sentra hortikultura unggulan di Jawa Timur.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, petani, akademisi, dan lembaga penelitian guna mewujudkan pembangunan pertanian yang inovatif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan petani.

Leave a Comment

Lokasi P4S
Translate »