


Jember, 8 Juni 2026– Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Soko Jati Cinta Nusantara, Rhezky Mahardianto, melakukan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan perkembangan penjajakan kerja sama pertanian yang tengah dibangun antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan PT. Poly dari Tiongkok.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua P4S memaparkan konsep penjajakan investasi yang sedang dikembangkan sebagai bagian dari upaya modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Jember. Program tersebut diarahkan pada pengembangan kawasan budidaya padi dan jagung melalui penerapan teknologi pertanian modern dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai USD 5–8 juta. Penjajakan ini masih berada pada tahap komunikasi dan penyusunan konsep bersama para pemangku kepentingan.
Rhezky menjelaskan bahwa konsep kerja sama yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga membangun ekosistem pertanian modern yang mengintegrasikan teknologi, kelembagaan petani, dunia akademik, pemerintah daerah, serta sektor industri. Program tersebut dirancang dengan lima pilar utama, yaitu penerapan Smart Agriculture, Precision Fertilizer, pembangunan Demonstration Farm, pengembangan Bio-Fertilizer Industry, serta penguatan kapasitas petani dan kelembagaan pertanian.
Lebih lanjut, Ketua P4S menjelaskan bahwa Kabupaten Jember dinilai memiliki modal dasar yang kuat untuk menjadi kawasan percontohan pertanian modern. Selain memiliki sejarah panjang sebagai daerah agraris, Jember juga didukung oleh lahan pertanian yang luas, jaringan irigasi yang baik, sumber daya manusia petani yang berpengalaman, serta kolaborasi yang telah terbangun antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan organisasi petani. Oleh karena itu, yang dibutuhkan saat ini bukan membangun sistem pertanian dari awal, melainkan mempercepat transformasi melalui teknologi, investasi, dan kemitraan strategis.
Dalam paparannya, Rhezky juga menyampaikan bahwa penjajakan kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas padi dan jagung, tetapi juga mencakup pengembangan sistem soil testing, pemupukan spesifik lokasi, digital farming, mekanisasi pertanian, hingga pembangunan industri pupuk hayati (bio-fertilizer) sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Roadmap yang disusun menargetkan pengembangan kawasan pertanian modern seluas 2.000–3.000 hektare secara bertahap hingga tahun 2030.
Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang dibangun oleh P4S Soko Jati Cinta Nusantara. Menurutnya, setiap bentuk penjajakan investasi yang masuk ke Kabupaten Jember harus mampu memberikan manfaat nyata bagi petani, mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan, serta selaras dengan arah kebijakan pembangunan pertanian daerah maupun nasional.
Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, pelaku usaha, dan kelompok tani agar setiap program yang akan dijalankan memiliki dasar ilmiah yang kuat, mampu meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas lahan pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Audiensi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kedua belah pihak sepakat bahwa pembangunan pertanian modern tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Melalui komunikasi yang terus terjalin, diharapkan penjajakan kerja sama ini dapat berkembang menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan pertanian Kabupaten Jember, sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai salah satu kawasan pertanian strategis di Indonesia.
