P4S Soko Jati Cinta Nusantara Koordinasi dengan PAC LSN Sumberbaru, Petakan Persoalan Pertanian untuk Mendukung Agenda Kerja Sama BRIN–Pemkab Jember

Sumberbaru, Jember, 04-08-2026 – Upaya membangun agenda penelitian pertanian yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat terus dilakukan oleh P4S Soko Jati Cinta Nusantara. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui koordinasi Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara bersama Bapak Sahru selaku Ketua PAC Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara (LSN) Kecamatan Sumberbaru dan Ibu Fatima selaku Ketua PAC Laskar Sholawat Nusantara Kecamatan Sumberbaru.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemetaan permasalahan pertanian di tingkat kecamatan yang dilakukan P4S Soko Jati Cinta Nusantara. Informasi yang dihimpun dari tingkat lapangan nantinya akan dikompilasi sebagai bahan identifikasi awal dan bahan pertimbangan dalam penyusunan agenda kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Pemerintah Kabupaten Jember.

Koordinasi ini sekaligus menjadi upaya memperkuat komunikasi antara P4S, kelembagaan petani, dan jaringan Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara di tingkat kecamatan. Melalui komunikasi tersebut, persoalan pertanian diharapkan dapat dihimpun secara lebih sistematis, tidak hanya berdasarkan informasi umum, tetapi berdasarkan pengalaman dan kondisi yang benar-benar dihadapi petani di masing-masing desa.

Pendataan Dimulai dari Tingkat Desa

Dalam pertemuan tersebut, Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara menyampaikan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan data yang berasal dari lapangan. Oleh karena itu, pendataan permasalahan pertanian perlu dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

Menurutnya, setiap desa memiliki karakteristik pertanian yang berbeda, baik dari sisi kondisi lahan, komoditas, pola budidaya, ketersediaan sarana produksi, maupun persoalan yang dihadapi petani. Perbedaan tersebut perlu dicatat agar program penelitian dan inovasi yang nantinya dikembangkan tidak menggunakan pendekatan yang sama untuk seluruh wilayah.

Melalui koordinasi dengan PAC LSN Kecamatan Sumberbaru, P4S mendorong agar jaringan kelembagaan petani dapat membantu menghimpun informasi dari setiap desa. Pendataan tersebut diarahkan untuk mencatat berbagai persoalan yang berkaitan dengan produksi pertanian, mulai dari ketersediaan benih, pupuk, pengelolaan tanah, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), penggunaan teknologi, mekanisasi, hingga persoalan pascapanen dan pemasaran.

Ketua P4S menegaskan bahwa informasi yang diperoleh dari petani pada tahap ini merupakan identifikasi awal, bukan hasil penelitian. Data lapangan tersebut nantinya dapat digunakan untuk menentukan persoalan mana yang membutuhkan kajian lebih lanjut oleh lembaga penelitian.

Sumberbaru dan Keragaman Potensi Pertanian

Kecamatan Sumberbaru merupakan salah satu wilayah pertanian di Kabupaten Jember yang memiliki aktivitas usaha tani cukup beragam. Dalam konteks pembangunan pertanian Kabupaten Jember, tanaman pangan seperti padi dan jagung menjadi bagian penting dari komoditas strategis daerah. Selain itu, pengembangan pertanian Jember juga mencakup komoditas hortikultura dan perkebunan yang berkembang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Keragaman tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya dilakukan pendataan berbasis kecamatan dan desa. Setiap komoditas memiliki kebutuhan teknologi, pola produksi, serta tantangan yang berbeda.

Pada tanaman pangan, misalnya, persoalan dapat berkaitan dengan produktivitas, kualitas benih, pemupukan, ketersediaan air, mekanisasi, hingga efisiensi biaya produksi. Sementara pada tanaman hortikultura dan perkebunan, persoalan dapat berkaitan dengan kesehatan tanaman, kondisi tanah, organisme pengganggu tanaman, kualitas hasil, pascapanen, serta akses pasar.

Karena itu, pendataan di Sumberbaru tidak diarahkan hanya untuk mencari persoalan, tetapi juga untuk mengidentifikasi potensi pertanian yang dapat dikembangkan melalui dukungan teknologi dan penelitian.

Mengubah Persoalan Lapangan Menjadi Agenda Penelitian

Salah satu gagasan utama dalam koordinasi tersebut adalah bagaimana persoalan yang ditemukan di tingkat petani dapat dikembangkan menjadi agenda penelitian yang terukur.

Ketua P4S menjelaskan bahwa ketika petani menyampaikan suatu permasalahan, diperlukan proses identifikasi untuk mengetahui akar persoalannya. Apabila masalah berkaitan dengan tanah, misalnya, diperlukan pengujian karakteristik tanah. Jika persoalannya berkaitan dengan produktivitas tanaman, diperlukan evaluasi teknik budidaya. Sementara apabila ditemukan persoalan OPT, maka diperlukan identifikasi organisme penyebab serta kajian mengenai strategi pengendaliannya.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat agenda penelitian lebih tepat sasaran. Penelitian tidak hanya dilakukan karena adanya teknologi yang tersedia, tetapi karena terdapat kebutuhan nyata yang membutuhkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.

Dengan demikian, hasil pendataan dari Kecamatan Sumberbaru dapat menjadi salah satu bahan untuk menyusun prioritas penelitian yang nantinya dibahas dalam kerangka kerja sama BRIN dan Pemerintah Kabupaten Jember.

Memperkuat Peran Kelembagaan Petani

Koordinasi bersama Bapak Sahru dan Ibu Fatima juga menjadi momentum untuk memperkuat peran kelembagaan petani dalam pembangunan pertanian.

P4S Soko Jati Cinta Nusantara memandang bahwa petani bukan hanya sebagai penerima program, tetapi juga sebagai sumber informasi utama mengenai kondisi pertanian di lapangan. Pengalaman petani selama bertahun-tahun dapat memberikan gambaran mengenai perubahan kondisi tanah, produktivitas, pola penggunaan input, perubahan iklim, serangan penyakit, hingga perubahan nilai ekonomi komoditas.

Informasi tersebut perlu dihimpun dan disusun secara sistematis agar dapat menjadi bahan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga penelitian.

Dalam konteks tersebut, PAC LSN Kecamatan Sumberbaru memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat dan jaringan petani di tingkat wilayah. Melalui koordinasi tersebut, diharapkan proses pendataan dapat dilanjutkan hingga tingkat desa sehingga persoalan yang muncul dapat diketahui secara lebih spesifik.

Dari Kecamatan Menuju Agenda Riset Kabupaten

Pendataan yang dilakukan di Sumberbaru merupakan bagian dari pendekatan yang lebih luas. P4S Soko Jati Cinta Nusantara berupaya menghimpun persoalan pertanian dari berbagai wilayah untuk kemudian dikompilasi menjadi gambaran permasalahan pertanian Kabupaten Jember.

Pendekatan berbasis wilayah tersebut penting karena persoalan pertanian di satu kecamatan belum tentu sama dengan kecamatan lainnya. Kondisi tanah, sumber air, komoditas, pola usaha tani, akses teknologi, dan karakter petani dapat memengaruhi bentuk persoalan yang muncul.

Dengan adanya pemetaan dari tingkat kecamatan, agenda kerja sama penelitian dapat disusun secara lebih terarah. BRIN nantinya dapat melihat kebutuhan penelitian berdasarkan permasalahan yang telah diidentifikasi, sementara Pemerintah Kabupaten Jember memiliki bahan yang lebih konkret dalam menentukan prioritas pembangunan pertanian.

Menjembatani Petani dengan BRIN dan Pemerintah Daerah

P4S Soko Jati Cinta Nusantara dalam proses tersebut mengambil peran sebagai salah satu penghubung antara petani, kelembagaan masyarakat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.

Alur yang dibangun diarahkan agar persoalan yang muncul di lapangan dapat disampaikan melalui mekanisme kelembagaan. Petani menyampaikan persoalan, jaringan kelembagaan petani membantu menghimpun informasi, P4S mengonsolidasikan data, kemudian informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan lembaga penelitian.

Dengan model tersebut, kerja sama BRIN dan Pemerintah Kabupaten Jember diharapkan tidak berhenti pada kerja sama administratif, tetapi mampu menghasilkan penelitian yang memiliki lokasi, objek, persoalan, dan target yang jelas.

Hasil penelitian yang nantinya dikembangkan juga diharapkan dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk teknologi, rekomendasi budidaya, inovasi pemupukan, pengelolaan tanah, pengendalian OPT, mekanisasi, maupun inovasi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan petani.

Sumberbaru sebagai Bagian dari Peta Pertanian Jember

Bagi P4S Soko Jati Cinta Nusantara, koordinasi bersama PAC LSN Kecamatan Sumberbaru merupakan bagian dari proses membangun basis data permasalahan pertanian dari tingkat bawah.

Basis data tersebut diharapkan tidak hanya memuat jenis komoditas yang ditanam, tetapi juga dapat berkembang menjadi informasi mengenai kondisi lahan, pola budidaya, produktivitas, biaya produksi, sarana produksi, teknologi yang digunakan, persoalan OPT, kondisi pascapanen, pemasaran, serta kebutuhan penelitian dan pendampingan.

Dengan data yang lebih terstruktur, potensi pertanian di Sumberbaru dapat dipetakan bersamaan dengan persoalan yang dihadapi petani. Hal tersebut memungkinkan adanya pendekatan yang lebih seimbang antara pengembangan potensi dan penyelesaian masalah.

Pendekatan tersebut juga menjadi penting dalam membangun agenda pembangunan pertanian Kabupaten Jember yang berbasis bukti dan kebutuhan masyarakat.

Menuju Pertanian Jember Berbasis Riset dan Inovasi

Koordinasi di Kecamatan Sumberbaru pada akhirnya bukan hanya agenda silaturahmi kelembagaan. Pertemuan tersebut menjadi salah satu bagian dari langkah awal untuk membangun komunikasi dan basis informasi pertanian dari tingkat masyarakat.

Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara berharap koordinasi dengan jaringan Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara dapat terus dilanjutkan sehingga pendataan permasalahan pertanian dapat dilakukan secara lebih luas dan sistematis.

Informasi dari Sumberbaru selanjutnya dapat dikompilasi dengan data dari kecamatan lain di Kabupaten Jember. Dengan cara tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember dan BRIN diharapkan memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan penelitian pertanian di daerah.

Kerja sama penelitian yang dibangun pun diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumen atau laporan, tetapi mampu menghadirkan solusi yang dapat diuji dan diterapkan di lapangan. Penelitian diarahkan untuk menjawab persoalan nyata, sementara potensi pertanian daerah dikembangkan melalui inovasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Bagi P4S Soko Jati Cinta Nusantara, proses tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang menghubungkan petani, kelembagaan masyarakat, P4S, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian dalam satu arah pembangunan.

Melalui penguatan koordinasi di tingkat kecamatan dan desa, Sumberbaru diharapkan dapat menjadi bagian dari peta kebutuhan riset pertanian Kabupaten Jember. Dari persoalan yang ditemukan di lapangan, lahir agenda penelitian; dari penelitian lahir inovasi; dan dari inovasi diharapkan lahir perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh petani.

Dengan demikian, pendataan yang dilakukan P4S Soko Jati Cinta Nusantara bersama PAC LSN Kecamatan Sumberbaru menjadi salah satu langkah awal dalam mendorong pertanian Jember yang lebih berbasis data, ilmu pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan nyata masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi kerja sama BRIN dan Pemerintah Kabupaten Jember dalam pembangunan pertanian daerah.

Leave a Comment

Lokasi P4S
Translate »