Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara Belajar Pengembangan Agens Hayati di P4S Tani Makmur Pasuruan

Pasuruan, 7 Juli 2026 – Upaya memperkuat kapasitas kelembagaan terus dilakukan oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Soko Jati Cinta Nusantara. Salah satunya melalui kunjungan silaturahmi dan studi pembelajaran ke P4S Tani Makmur di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kunjungan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara, Rhezky Mahardianto, yang disambut oleh Ibu Cholifah, Bendahara P4S Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua P4S Tani Makmur.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Berbagai pengalaman mengenai perjalanan membangun kelembagaan P4S menjadi topik utama yang dibahas. Ibu Cholifah menceritakan bahwa cikal bakal berdirinya P4S Tani Makmur berawal dari terbentuknya Pos Pelayanan Agens Hayati (PPAH) pada tahun 1999. Pada saat itu, PPAH memiliki fokus utama pada pengembangan dan penyediaan agens hayati bagi petani. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan dan pelatihan pertanian, kelembagaan tersebut berkembang menjadi P4S Tani Makmur yang resmi berdiri pada tahun 2010.

Menurut beliau, perubahan kelembagaan tersebut dilakukan karena PPAH memiliki keterbatasan dalam melaksanakan fungsi pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, P4S memiliki mandat yang lebih luas sebagai pusat pelatihan pertanian, tempat transfer teknologi, sekaligus wadah pemberdayaan petani. Oleh karena itu, keberadaan P4S tidak harus berada di bawah ataupun bergabung dengan kelompok tani karena memiliki tugas pokok dan fungsi yang berbeda.

Dalam diskusi tersebut, Ibu Cholifah juga memperkenalkan berbagai program unggulan P4S Tani Makmur, salah satunya Pos Pelayanan Agens Hayati, yang hingga saat ini menjadi pusat produksi berbagai pupuk hayati, agens pengendali hayati, serta biofungisida ramah lingkungan. Berbagai inovasi tersebut telah diterapkan secara luas oleh petani sebagai bagian dari Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) yang dikembangkan P4S Tani Makmur.

Sebagai salah satu P4S yang telah berkembang di tingkat nasional, P4S Tani Makmur saat ini telah melatih lebih dari 1.000 kelompok petani, penyuluh, masyarakat umum, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Peserta pelatihan berasal dari berbagai daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke, dan membawa berbagai inovasi yang diperoleh selama pelatihan untuk diterapkan di daerah masing-masing.

Keberhasilan tersebut juga mendapat perhatian dari Kementerian Pertanian. Dalam berbagai kesempatan, P4S Tani Makmur menjadi lokasi kunjungan kerja Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, BBPP Batu, Polbangtan Malang, serta berbagai instansi pemerintah lainnya sebagai salah satu model pengembangan pertanian ramah lingkungan berbasis agens hayati.

Pada kesempatan itu, Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara juga berkonsultasi mengenai proses penguatan legalitas kelembagaan. Ibu Cholifah memberikan arahan agar P4S terus berkoordinasi dengan Forum P4S Provinsi Jawa Timur dalam proses pengajuan administrasi sehingga memperoleh legal standing sebagai P4S yang diakui oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Menurutnya, legalitas yang kuat akan membuka peluang lebih luas dalam membangun kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, maupun dunia usaha.

Pembahasan kemudian berlanjut pada penyelenggaraan pelatihan di P4S beserta berbagai program turunannya. Diskusi berkembang mengenai strategi menjadikan P4S tidak hanya sebagai tempat pelatihan, tetapi juga sebagai pusat inovasi pertanian, inkubasi bisnis petani, serta laboratorium pembelajaran yang mampu menjawab berbagai persoalan pertanian di lapangan.

Salah satu pengalaman yang dibagikan adalah kolaborasi P4S Tani Makmur dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan pupuk organik berbasis limbah pertanian dan limbah industri. Menurut Ibu Cholifah, proses pengembangan pupuk organik harus diawali dengan identifikasi dan klasifikasi bahan baku agar karakteristik setiap limbah dapat diketahui secara tepat. Sebagai contoh, limbah blotong dari Pabrik Gula Semboro dan arang organik memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan formulasi dan proses pengolahan yang berbeda pula agar menghasilkan pupuk organik berkualitas.

Pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi pengembangan P4S Soko Jati Cinta Nusantara yang saat ini juga mulai mengembangkan penelitian dan produksi pupuk organik. Ke depan, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat dikolaborasikan dengan berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi untuk menghasilkan teknologi yang aplikatif bagi petani.

Dalam arahannya, Ibu Cholifah juga menyarankan agar P4S Soko Jati Cinta Nusantara mulai membangun Taruna Tani, yaitu wadah pembinaan generasi muda yang bergerak di sektor pertanian, baik pada bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, maupun peternakan. Organisasi tersebut diharapkan menjadi ruang belajar bagi pemuda berusia di bawah 45 tahun agar mampu menjadi pelaku utama regenerasi pertanian di masa depan.

Selain itu, beliau mendorong agar mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember dapat dilibatkan secara aktif melalui program magang di kawasan Eduwisata Regasen P4S Soko Jati Cinta Nusantara. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa akan memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktik lapangan, sekaligus mempercepat proses hilirisasi hasil penelitian untuk diterapkan secara langsung oleh petani.

Menutup pertemuan, Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara menyampaikan apresiasi atas berbagai pengalaman dan arahan yang diberikan. Menurutnya, kunjungan ini menjadi bekal penting dalam membangun kelembagaan P4S yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan, tetapi juga sebagai pusat kolaborasi antara petani, perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan dunia usaha.

Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara P4S Tani Makmur dan P4S Soko Jati Cinta Nusantara dalam mewujudkan pertanian yang modern, ramah lingkungan, berbasis inovasi, serta mampu melahirkan generasi petani muda yang profesional dan berdaya saing.

Leave a Comment

Lokasi P4S
Translate »