Ketua P4S Soko Jati Cinta Nusantara Laporkan Perkembangan Program kepada Kepala Dinas TPHP Jember

Jember, 30 Junia 2026 – Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Soko Jati Cinta Nusantara, Rhezky Mahardianto, kembali melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si. Pertemuan ini merupakan pertemuan ketiga antara kedua belah pihak sebagai bentuk koordinasi dan pelaporan perkembangan berbagai program yang sedang dijalankan P4S dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Rhezky menyampaikan bahwa komunikasi yang telah terjalin dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember berlangsung secara bertahap. Pertemuan pertama difokuskan pada perkenalan kelembagaan P4S Soko Jati Cinta Nusantara, penyampaian pengalaman mengikuti Simposium Internasional Huanglongbing (HLB) di Universitas Gadjah Mada, serta proses registrasi P4S sebagai lembaga pelatihan pertanian di lingkungan dinas.

Pertemuan kedua membahas perkembangan penjajakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Jember dan PT. Poly dari Tiongkok dalam rencana pengembangan pertanian modern berbasis komoditas padi dan jagung. Dalam forum tersebut, P4S menyampaikan konsep awal pengembangan kawasan pertanian yang mengedepankan penerapan teknologi, peningkatan produktivitas, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan petani.

Sementara itu, pada pertemuan ketiga ini, Ketua P4S hadir untuk melaporkan perkembangan berbagai tindak lanjut yang telah dilakukan setelah serangkaian koordinasi dengan berbagai pihak. Meskipun berlangsung relatif singkat, sekitar lima belas menit, karena Kepala Dinas memiliki agenda untuk menghadiri rapat bersama Bupati Jember, diskusi tetap berlangsung produktif dan membahas sejumlah isu strategis.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember menyampaikan bahwa penjajakan investasi yang sedang dibangun mendapat dukungan dari Bupati Jember sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membuka ruang bagi investasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jember memiliki komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Beliau juga menjelaskan bahwa Kabupaten Jember memiliki modal yang kuat dalam pengembangan sektor pertanian. Selain didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, Jember memiliki banyak petani yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk semakin tumbuhnya komunitas petani milenial yang mulai menerapkan mekanisasi dan teknologi modern dalam kegiatan budidaya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap modernisasi pertanian, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember saat ini mengelola berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya 19 unit combine harvester, 112 unit traktor roda dua, serta 47 unit traktor roda empat berkapasitas besar. Ketersediaan alsintan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus mendukung percepatan mekanisasi pertanian di Kabupaten Jember.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas juga menekankan pentingnya mendorong keterlibatan petani milenial dalam kelembagaan pertanian, khususnya melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di setiap desa. Menurutnya, regenerasi petani perlu diikuti dengan penguatan organisasi agar inovasi dan teknologi pertanian dapat diterapkan secara lebih efektif di tingkat lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Rhezky Mahardianto menyampaikan bahwa pengembangan mekanisasi pertanian juga perlu didukung oleh keberadaan bengkel alsintan di tingkat desa. Menurutnya, fasilitas perawatan dan perbaikan alat berat, mesin diesel, serta peralatan pertanian modern akan membantu menjaga kinerja alsintan sehingga memiliki umur pakai yang lebih panjang dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

Selain itu, Ketua P4S turut memaparkan konsep mekanisasi pertanian yang menjadi salah satu bagian dari penjajakan kerja sama dengan PT. Poly. Penerapan mekanisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi tenaga kerja, tetapi juga mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Rhezky juga menyampaikan harapan agar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember dapat mendukung terbangunnya nota kesepahaman (MoU) antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Pemerintah Kabupaten Jember dalam pengembangan riset sektor hortikultura. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan inovasi berbasis penelitian untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi petani, khususnya pada komoditas jeruk.

Sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik, Ketua P4S juga melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan penjajakan kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Jember. Komunikasi tersebut diawali melalui audiensi bersama jajaran dekanat dan dilanjutkan dengan penyampaian surat permohonan kerja sama sebagai dasar pelaksanaan penelitian, pendampingan petani, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Jember.

Menutup pertemuan, kedua belah pihak sepakat bahwa pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, dan organisasi petani menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pertanian Kabupaten Jember yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Lokasi P4S
Translate »